Benarkah Risiko Kerusakan Dinding Beton Lebih Tinggi saat Musim Hujan?

Benarkah Risiko Kerusakan Dinding Beton Lebih Tinggi saat Musim Hujan?

Grouting beton merupakan teknik perbaikan yang bisa membantu mengembalikan kekuatan struktur. Proses ini menggunakan material semen grouting yang bisa mengisi celah atau rongga dengan baik.

Kerusakan pada struktur beton sebenarnya umum terjadi apalagi jika usia bangunan sudah cukup tua. Sering kali juga faktor musim atau cuaca mempengaruhi kekuatan struktur beton itu sendiri, misalnya saja saat musim hujan.

Kira-kira, apa saja tanda kerusakan yang biasa muncul akibat hujan? Simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui jawabannya!

Apa Pengaruh Musim Hujan pada Kondisi Struktur Beton?

Kondisi lingkungan dan cuaca memang punya pengaruh cukup besar terhadap ketahanan struktur beton sebuah bangunan. Pada musim hujan biasanya akan dijumpai risiko kerusakan struktur beton lebih tinggi daripada saat musim kemarau.

Saat musim hujan tiba, maka risiko korosi tulangan jadi semakin besar. Hal ini terjadi karena kelembapan meningkat dan dapat meresap ke bagian struktur beton hingga pada bagian tulangan besi.

Peningkatan kelembapan dan munculnya karat akan membuat perlekatan besi dengan beton berkurang. Hal ini menurunkan kekuatan struktur beton dan bisa memicu kerusakan bangunan lebih cepat.

Di musim hujan, biasanya akan terjadi siklus basah kering dan perubahan suhu yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan penyusutan pada struktur beton yang nantinya memicu keretakan.

Jika intensitas hujan cukup tinggi, maka risiko kebocoran juga bertambah besar. Rembes dan bocor akan menyebabkan kerusakan pada struktur beton, yang kemudian dapat menurunkan kekuatannya.

Tanda Kerusakan yang Biasa Muncul

Curah hujan yang tinggi dan lingkungan yang lembap di musim hujan memang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur beton. 

Tentunya kondisi kerusakan ini akan diawali dengan beberapa tanda. Berikut adalah beberapa tanda kerusakan yang biasa muncul saat musim hujan:

  • Rembesan Air

Tanda pertama yang sangat umum dijumpai adalah rembesan air. Ini sangat wajar terjadi karena curah hujan tinggi dan lingkungan sangat lembap.

Rembesnya air ini dapat terjadi ketika muncul retak dan ada rongga atau celah pada dinding beton. Jika sudah muncul rembesan, maka tandanya akan sangat mudah untuk dikenali.

Kemudian, rembesan air ini akan menyebabkan munculnya jamur pada dinding beton. Kerusakan ini bisa menjadi tanda untuk segera dilakukan perbaikan. 

Baca juga

Benarkah Risiko Kerusakan Dinding Beton Lebih Tinggi saat Musim Hujan?

Sumber : Pexels

  • Korosi Tulangan

Berikutnya ada korosi tulangan, yaitu korosi yang terjadi pada tulangan besi struktur beton. Hal ini juga tentu saja bukan kondisi yang baik dan bisa menurunkan kekuatan bangunan.

Korosi tulangan dapat terjadi karena ada celah atau rongga pada dinding beton. Kemudian, air dapat masuk melalui celah tersebut dan meresap hingga ke bagian tulangan besi.

Bagian tulangan besi yang mengalami korosi ini mungkin tidak bisa dilihat secara langsung. Namun ada tanda-tanda yang dapat diketahui, seperti muncul retak, rongga, bahkan rembes yang cukup parah.

  • Retak

Musim hujan menyebabkan kelembapan di suatu area meningkat. Semakin lembap, maka akan semakin mudah situasi ini untuk merusak struktur beton pada dinding.

Kelembapan ini kemudian dapat menyebabkan retak karena struktur beton menjadi basah dan melunak. Bisa jadi retak tersebut juga diikuti dengan celah atau rongga yang besar.

Jika sudah ditemukan retak sebaiknya struktur beton segera diperbaiki. Melakukan grouting beton bisa jadi solusi untuk menutup retak, celah, juga rongga pada struktur beton.

Solusi untuk Mengantisipasi

Tentu saja setiap bentuk kerusakan sebenarnya dapat diantisipasi. Langkah antisipasi yang tepat akan membantu mencegah kerusakan secara efektif.

Kerusakan struktur beton di musim hujan dapat diantisipasi dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menggunakan jenis material yang memang cocok untuk dipakai di lingkungan lembap, termasuk pemilihan semen dengan daya tahan air yang baik.

Kemudian, pastikan pencampuran bahan semen dan air saat proses pembangunan sudah dilakukan dengan tepat sesuai standar teknis. Jika sejak awal komposisinya benar, kekuatan beton akan menjadi lebih optimal dan tidak mudah rapuh.

Selain itu, pastikan untuk selalu melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama setelah curah hujan tinggi. Tujuannya agar kerusakan kecil dapat terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah struktural yang lebih serius akibat cuaca dingin dan lembap.

Gunakan Material Grouting Beton Terbaik dari Sika 

Pemakaian material grouting yang tepat memang sangat dibutuhkan. Material ini dapat membantu proses grouting beton semen jadi lebih efektif dan tentunya punya kekuatan yang bagus. 

Sikagrout Series adalah material yang hadir dengan satu komponen sehingga dari segi proses pengaplikasian sangat praktis. Produk ini juga sangat cocok diaplikasikan untuk perbaikan struktur dinding beton karena daya tahannya sangat baik.

Kelebihan lain yang dimiliki bahan ini adalah bisa mengkompensasi penyusutan dengan sangat baik. Sifat lain yang menjadi keunggulannya adalah tidak segregasi atau bleeding ketika diaplikasikan pada struktur beton.

Sikagrout Series juga memiliki daya alir yang sangat bagus. Kemampuan rekatnya dinilai sangat baik dengan konsistensi bahan yang sangat fleksibel.

Sika sudah memiliki pengalaman selama 114 tahun dan telah lama menjadi bagian dari berbagai jenis proyek. Proyek Gardu Lepas Pantai di Jerman merupakan salah satu proyek yang dikerjakan Sika. Selain itu, Sika juga menjadi brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia. 

Dengan segala kelebihannya, Sikagrout Series menjadi pilihan material grouting beton yang tepat untuk perbaikan dinding beton saat musim hujan. Jangan ragu untuk melindungi struktur beton bangunan Anda menggunakan Produk Semen Sika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *