Pengobatan stroke setelah selesai dari perawatan di RS bertujuan untuk mencegah stroke berulang dan memaksimalkan pemulihan. Perawatan ini meliputi konsumsi obat secara teratur, kontrol rutin ke dokter, pola makan sehat, olahraga teratur, dan menjaga kesehatan mental.
Langkah-langkah Perawatan Sehari-hari:
- Konsumsi Obat Teratur
Pasien pasca stroke yang pulang dari rumah sakit kemungkinan besar mendapatkan obat pulang. Pastikan untuk memahami jenis obat, dosis, dan jadwal minum obat sebelum meninggalkan rumah sakit. Pemulihan akan lebih cepat dan tubuh jadi lebih terkontrol jika obat pulang dikonsumsi sesuai aturan pakainya. Obat-obatan yang diberikan biasanya untuk mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan mencegah pembekuan darah.
- Kontrol Kembali ke Dokter
Sebelum pasien pulang, dokter biasanya sudah membuat jadwal untuk kontrol pasca rawat inap hingga kontrol rutin. Jangan lupa untuk mencatat tanggalnya. Kontrol ini bertujuan untuk memantau perkembangan kondisi, mengevaluasi efektivitas pengobatan, dan deteksi dini masalah yang mungkin timbul pasca rawat inap.
- Pola Makan Sehat
Tidak hanya dengan obat-obatan, tetapi pola makan juga harus diubah. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan makanan yang kaya serat. Batasi konsumsi harian garam terutama jika penyebab strokenya adalah tekanan darah yang tinggi, batasi asupan gula, batasi asupan lemak jenuh terutama jika penyebab strokenya adalah karena sumbatan di pembuluh darah, dan batasi makanan olahan. Ikuti anjuran makan isi piringku atau dengarkan saran dari ahli gizi rumah sakit.
- Olahraga Teratur
Usai kembali pulang, pastikan tubuh tetap digerakan dengan berolahraga secara teratur. Olahraga yang dilakukan biasanya akan dimulai dengan latihan rentang pergerakan sendi atau Range of Motion (ROM) yang dibantu keluarga. Jika tubuh sudah cukup baik untuk digerakan, maka dapat mencoba jalan kaki, tai chi, yoga, atau sepeda statis. Olahraga ini berguna untuk meningkatkan stamina, sirkulasi darah, kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Sebelum memulai program olahraga, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.
- Jaga Kesehatan Mental
Stres dapat memicu stroke, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik dengan melakukan manajemen stres, melakukan relaksasi, hobi, atau aktivitas menyenangkan lainnya. Berinteraksi dengan teman dan keluarga atau melakukan aktivitas sosial untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Dukungan keluarga dari pasien sangat penting dalam proses pemulihan, pastikan untuk selalu hadir dan memberikan dukungan emosional, fisik, dan lainnya.
- Terapi Pasca Stroke
- Terapi memori: untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan memulihkan ingatan.
- Terapi gerakan: melatih otot dan meningkatkan keseimbangan.
- Terapi bicara: membantu memulihkan kemampuan berbicara dan menelan.
- Terapi okupasi: membantu pasien kembali melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
- Ciptakan Lingkungan Aman
Pasien pasca rawat inap karena stroke berisiko untuk terjatuh di rumah karena ketidakseimbangan tubuh. Pastikan keamanan rumah, penerangan, dan batas kemampuan pasien:
- Keamanan rumah: hindari lantai licin, kabel berserakan, atau benda-benda yang bisa menyebabkan pasien jatuh.
- Penerangan: beri penerangan yang cukup agar pasien dapat melihat dengan jelas saat berjalan atau beraktivitas.
- Kemampuan: bantu dalam berpindah tempat, bergerak, makan, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya yang sulit bagi pasien untuk dikerjakan secara mandiri.
Pengobatan stroke dan perawatan yang tepat dapat mengurangi risiko stroke kembali terjadi. Perawatan pasca stroke sangat penting karena dapat mencegah stroke berulang, memaksimalkan pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup. Sehingga, pemulihan fungsi tubuh yang terganggu akibat stroke, seperti kemampuan motorik, bicara, dan kognitif, jadi lebih maksimal. RS Premier Jatinegara menyediakan perawatan stroke secara komprehensif yang didukung dari kolaborasi seluruh lini tenaga kesehatan. Tentunya dengan perawatan yang baik, pasien dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan menjalani kehidupan yang lebih baik.