Kenali Sistem Pembelajaran Preschool di Indonesia

Kenali Sistem Pembelajaran Preschool di Indonesia

Preschool in Kelapa Gading, Jakarta Utara mungkin salah satu daerah yang di Jakarta yang memiliki berbagai pilihan preschool terbaik. Tetapi tidak hanya di daerah Kelapa Gading, bagi orangtua yang sedang mencari preschool terbaik untuk anak, saat ini sudah tersebar hampir di seluruh Jabodetabek.

Preschool memiliki peran penting dalam perkembangan anak, karena memberikan fondasi awal yang kuat untuk pembelajaran dan perkembangan selanjutnya. Dijenjang preschool anak akan mendapatkan kesempatan mempelajari konsep-konsep dasar seperti angka, huruf, warna, bentuk, dan konsep lainnya. Ini membantu mempersiapkan mereka untuk pendidikan formal di sekolah dasar.

Anak juga akan mempelajari keterampilan sosial, seperti anak-anak belajar berinteraksi dengan orang lain, mengembangkan keterampilan sosial seperti berbagi, berkomunikasi, dan bekerja sama. Ini penting untuk membentuk hubungan yang sehat dengan teman sebaya dan orang dewasa. Selain keterampilan sosial, anak juga akan belajar menjadi mandiri. Mereka akan belajar melakukan hal-hal seperti mengatur barang-barang mereka sendiri, menggunakan toilet, dan mengikuti instruksi sederhana tanpa bantuan langsung.

Karena ini merupakan pembelajaran yang sangat mendasar bagi anak, maka orangtua lebih selektif memilih sekolah yang tepat untuk anak. Selain menilai reputasi sekolah, tenaga pengajar, hingga fasilitas sekolah, hal penting yang harus diperhatikan adalah sistem pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan seperti apa. Maka dari itu orangtua harus terlebih dahulu mengenal sistem pembelajaran untuk preschool yang ada di Indonesia saat ini. Berikut penjelasannya:

1. Montessori

Montessori adalah salah satu kurikulum internasional yang dikembangakn oleh Dr. Maria Montessori. Kurikulum Montessori menekankan pentingnya lingkungan yang disiapkan dengan baik untuk mendukung pembelajaran anak. Ruang kelas Montessori biasanya disusun sedemikian rupa sehingga anak-anak dapat secara mandiri memilih dan menggunakan materi pembelajaran.

Kurikulum Montessori menggunakan berbagai materi pendidikan Montessori yang dirancang khusus untuk mempromosikan pembelajaran mandiri dan pemahaman konsep. Materi tersebut sering kali terbuat dari bahan alami seperti kayu dan kain, dan dirancang untuk membangkitkan minat anak serta memfasilitasi eksplorasi dan penemuan. Kurikulum ini juga menekankan pada pengembangan ketrampilan hidup, pendekatan individualis, dan pembelajaran berbasi sensorik.

2. Waldorf Steiner

Kurikulum Waldorf Steiner untuk preschool, yang juga dikenal sebagai taman kanak-kanak Waldorf, didasarkan pada filosofi pendidikan yang dikembangkan oleh Rudolf Steiner. Kurikulum Waldorf Steiner menekankan pengembangan holistik anak, termasuk aspek fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Anak-anak didorong untuk berkembang secara seimbang dalam semua area ini. Kurikulum ini didesain untuk menghormati tahap perkembangan alami anak-anak. Aktivitas dan materi pembelajaran disesuaikan dengan fase perkembangan fisik, emosional, dan intelektual anak.

Mirip dengan Montessori, Waldorf juga menggunakan pendekatan bermain yang merupakan bagian penting dari kurikulum. Anak-anak belajar melalui permainan dan aktivitas yang kreatif, yang didesain untuk merangsang imajinasi dan kreativitas mereka.

3. STEM-based

Pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) untuk preschool menekankan pengenalan konsep-konsep dasar dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sejak dini. Anak-anak prasekolah diberi kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek yang menstimulasi keterampilan pemecahan masalah dan eksplorasi kreatif. Misalnya, mereka dapat merancang dan membangun model sederhana, mengamati fenomena alam, atau melakukan percobaan sederhana.

4. High Scope

Metode pembelajaran High Scope adalah pendekatan yang menekankan pada partisipasi aktif anak dalam proses pembelajaran, pengembangan kemandirian, serta penguatan hubungan antara anak-anak dan guru. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada minat dan kebutuhan anak-anak. Anak-anak diberi kesempatan untuk aktif terlibat dalam pembelajaran melalui berbagai kegiatan, termasuk permainan, eksperimen, proyek, dan aktivitas seni.

Kurikulum High Scope menetapkan ruang lingkup dan urutan pembelajaran berdasarkan perkembangan anak. Ini mencakup aspek kognitif, fisik, sosial, emosional, dan bahasa. Murid akan diajarkan kemandirian, pemecahan masalah, hingga berkegiatan dalam kelompok.

5. Kurikulum Nasional

Di Indonesia, kurikulum nasional untuk preschool disebut Kurikulum Taman Kanak-Kanak (TK). Kurikulum TK disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Indonesia dan memberikan panduan tentang apa yang harus diajarkan kepada anak-anak di tingkat prasekolah. Kurikulum TK menekankan pengembangan holistik anak, yang mencakup aspek kognitif, fisik, sosial, emosional, dan spiritual.

Kurikulum ini mengakui pentingnya permainan dalam pembelajaran anak usia dini. Anak-anak didorong untuk belajar melalui bermain, eksplorasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Akan ada penekanan pada bahasa dan komunikasi, pengenalan konsep matematika dasar, pengetahuan alam, seni dan kreativitas.

Meskipun ada keragaman dalam sistem pembelajaran preschool di Indonesia, tujuan umumnya adalah memberikan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan holistik anak sebelum mereka memasuki pendidikan formal di tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *